Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa wisata kebugaran atau wellness tourism telah menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Fokus pada sektor ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan peningkatan minat wisatawan terhadap pengalaman wisata yang menitikberatkan pada kesehatan fisik, mental, dan keseimbangan hidup.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (11/4), Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa wellness tourism telah secara resmi dimasukkan dalam agenda strategis kementerian. “Kami dari Kementerian Pariwisata sudah memasukkan wellness tourism ini sebagai bagian dari program prioritas,” ujarnya. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pariwisata Indonesia menuju konsep pariwisata berkualitas yang tidak hanya berfokus pada kuantitas kunjungan, tetapi juga pada nilai pengalaman yang lebih mendalam bagi wisatawan.
Menurutnya, wisata kebugaran memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui berbagai kegiatan dan event yang mendukung gaya hidup sehat. Pemerintah terus mendorong pertumbuhan industri yang bergerak di bidang wellness, seperti spa, yoga retreat, healing tourism, hingga layanan kesehatan berbasis tradisional dan modern. Pengembangan ini diharapkan mampu memperluas segmentasi pasar wisatawan serta meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tingkat global.
Saat ini, beberapa kota di Indonesia telah dikenal sebagai destinasi wisata kebugaran, antara lain Bali, Yogyakarta, dan Surakarta (Solo). Ketiga destinasi tersebut memiliki keunggulan masing-masing, mulai dari kekayaan budaya, fasilitas wellness, hingga lingkungan yang mendukung aktivitas relaksasi dan penyembuhan. Bali, khususnya, telah lama dikenal sebagai pusat wellness tourism dengan berbagai pilihan layanan yang berstandar internasional.
Ke depan, Kementerian Pariwisata berharap pengembangan wellness tourism dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Dengan pendekatan yang mengedepankan kualitas, keberlanjutan, serta kesejahteraan wisatawan, sektor ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan dunia.

















