Pemerintah Kota Denpasar mencatat capaian signifikan dalam pembangunan manusia sepanjang tahun 2025 dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai angka 85,63. Angka ini menempatkan Denpasar sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Bali, sekaligus mencerminkan kualitas hidup masyarakat yang berada pada kategori sangat tinggi. Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta standar hidup layak bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan capaian tersebut dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kota Denpasar pada Rabu (24/3). Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pembangunan manusia di Denpasar selama satu dekade terakhir menunjukkan konsistensi yang kuat pada kategori sangat tinggi. Hal ini menjadi indikator bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Jaya Negara, keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama, sehingga mampu menciptakan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kualitas SDM yang baik, Denpasar dinilai memiliki daya saing yang tinggi dalam menghadapi dinamika pembangunan ke depan.
Selain capaian di bidang pembangunan manusia, kinerja ekonomi Kota Denpasar pada tahun 2025 juga menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,11 persen, yang mencerminkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Pertumbuhan ini turut didukung oleh pemulihan sektor usaha serta meningkatnya konsumsi masyarakat yang berkontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.
Indikator sosial ekonomi lainnya juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dari 2,11 persen pada tahun 2024 menjadi 1,41 persen pada tahun 2025. Selain itu, angka kemiskinan juga turun dari 2,59 persen menjadi 2,16 persen. Penurunan ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk terus menjaga tren positif ini melalui kebijakan yang berorientasi pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga.



















