banner 728x250
Daerah  

Puting Beliung Porak-porandakan Puluhan Rumah di Sidakarya, Warga Sempat Panik Dini Hari

banner 120x600
banner 468x60

Angin puting beliung menerjang Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Rabu (21/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 35 bangunan, termasuk rumah warga dan pelinggih, yang tersebar di sepanjang Jalan Sidakarya. Terjangan angin kencang datang mendadak saat sebagian besar warga tengah beristirahat, memicu kepanikan karena suara dentuman atap dan material bangunan yang beterbangan terdengar keras di tengah malam. Sejumlah warga bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan memastikan kondisi anggota keluarga, sementara lainnya berusaha mengamankan barang-barang penting karena khawatir kerusakan bertambah parah apabila angin kembali menguat. Situasi di lokasi sempat mencekam, terutama ketika genteng dan atap seng terlepas dari bangunan lalu terbawa angin hingga jatuh di halaman dan badan jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan material genteng, atap seng, serta pecahan kayu dan plafon berserakan di beberapa titik, mengganggu akses jalan dan membuat warga kesulitan kembali beristirahat setelah kejadian. Selain kerusakan bangunan, puting beliung juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan dahan patah yang memperparah kondisi lingkungan sekitar. Sejumlah warga mengaku tidak bisa kembali tidur karena masih diliputi rasa khawatir dan terdampak oleh suara aktivitas pembersihan yang berlangsung sejak dini hari. Meski kerusakan tampak cukup luas, informasi awal menyebut tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebagian warga mengalami kerugian material karena bagian atap rumah rusak, pagar roboh, hingga peralatan rumah tangga terkena air hujan yang masuk melalui atap yang terbuka.

banner 325x300

Menindaklanjuti kejadian itu, petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, Dinas Pemadam Kebakaran, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta aparat desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Fokus utama penanganan diarahkan pada pembersihan material bangunan yang menutup jalan, pemotongan pohon tumbang, serta pengamanan titik-titik berbahaya agar tidak memicu kecelakaan bagi warga maupun pengguna jalan. Petugas juga melakukan pendataan awal terhadap rumah-rumah yang terdampak untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga, seperti terpal untuk penutup atap dan bantuan logistik ringan. Gotong royong warga terlihat membantu mempercepat proses pembersihan, terutama di titik-titik permukiman padat yang aksesnya sempit dan membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, terutama pada puncak musim hujan ketika hujan lebat dan angin kencang sering muncul secara tiba-tiba. Warga diminta memeriksa kondisi atap rumah, memastikan pohon di sekitar rumah tidak berisiko tumbang, serta mengamankan benda-benda yang mudah terlempar angin. Apabila cuaca kembali memburuk, masyarakat juga disarankan membatasi aktivitas di luar rumah dan segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait bila menemukan kondisi darurat. Upaya pemulihan pascakejadian akan terus dilanjutkan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk penyaluran bantuan untuk perbaikan darurat bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah.

Peristiwa puting beliung di Sidakarya ini kembali menjadi pengingat bahwa bencana hidrometeorologi dapat terjadi kapan saja dan memerlukan kesiapsiagaan bersama. Selain respons cepat dari pemerintah dan petugas lapangan, ketahanan lingkungan permukiman serta kesadaran warga dalam mengenali tanda-tanda cuaca ekstrem menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak. Dengan penanganan yang terkoordinasi dan dukungan masyarakat, diharapkan proses pembersihan serta pemulihan di Desa Sidakarya dapat segera tuntas, sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *