
Kondisi atmosfer di wilayah Bali saat ini terpantau dalam keadaan tidak stabil, sehingga berpotensi memicu cuaca buruk di sejumlah daerah. Ketidakstabilan ini umumnya ditandai dengan pertumbuhan awan konvektif yang cukup signifikan, yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir.
Situasi ini berpotensi terjadi secara tidak merata, terutama pada siang hingga malam hari. Wilayah pesisir maupun dataran tinggi sama-sama memiliki peluang terdampak, tergantung dinamika angin dan kelembapan udara yang berkembang. Selain hujan lebat, masyarakat juga perlu mewaspadai kemungkinan angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, baliho roboh, hingga gangguan aktivitas transportasi darat maupun laut.

Cuaca buruk yang dipicu kondisi atmosfer labil juga dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir lokal, dan tanah longsor di wilayah rawan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba, seperti langit mendadak gelap dan angin bertiup kencang.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta menyampaikan informasi resmi secara berkala. Masyarakat juga dianjurkan mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dari kanal resmi BMKG serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila hujan lebat dan angin kencang terjadi.

















