banner 728x250
Daerah  

Kapolri Pastikan Kesiapan Pengaturan Lalu Lintas di Ketapang–Gilimanuk Hadapi Arus Balik dan Lonjakan Wisatawan

banner 120x600
banner 468x60

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kesiapan jajaran Polri dalam mengatur lalu lintas di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, guna menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026. Selain arus balik pekerja, peningkatan mobilitas juga diperkirakan dipicu oleh lonjakan wisatawan yang menuju Bali pascalibur Idulfitri. Oleh karena itu, pengelolaan arus kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menjadi fokus utama dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat lintas wilayah.

Saat melakukan pemantauan di Command Center ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (24/3), Kapolri menyampaikan bahwa Polri bersama pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Upaya tersebut ditujukan untuk memastikan arus kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, dapat berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan kepadatan yang signifikan. Pemantauan ini juga menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan sistem pengendalian lalu lintas yang diterapkan selama periode arus balik.

banner 325x300

Kapolri menekankan bahwa Pelabuhan Ketapang menjadi titik krusial yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam pengaturan arus kendaraan. “Utamanya Ketapang harus dipersiapkan karena akan terjadi arus balik yang tidak hanya mengarah ke Bali untuk bekerja, tetapi juga kemungkinan adanya tambahan wisatawan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa lonjakan mobilitas tidak hanya berasal dari satu kelompok, melainkan kombinasi antara arus balik pekerja dan pergerakan wisatawan menuju destinasi Bali.

Ia juga menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas di jalur penyeberangan harus menjadi prioritas utama untuk menghindari terjadinya kepadatan seperti yang sempat terjadi pada periode arus mudik sebelumnya. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi aparat dalam menyusun strategi yang lebih efektif, termasuk dalam pengaturan antrean kendaraan, pengendalian volume kendaraan masuk pelabuhan, serta optimalisasi waktu penyeberangan kapal.

Untuk mendukung kelancaran operasional di lapangan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat antara Polri, operator pelabuhan, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan lalu lintas yang terintegrasi dan responsif terhadap dinamika di lapangan. Dengan kesiapan tersebut, diharapkan arus balik Lebaran 2026 serta pergerakan wisatawan menuju Bali dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar tanpa menimbulkan gangguan berarti bagi masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *