banner 728x250
Daerah  

BPBD Bali Catat 76 Kejadian Bencana Akibat Cuaca Ekstrem, Banjir Dominasi Dampak di Kota Denpasar

banner 120x600
banner 468x60

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat sebanyak 76 kejadian bencana yang terjadi sejak Minggu (23/2) malam hingga Selasa (24/2) siang pukul 12.00 WITA sebagai dampak dari cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Bali. Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir memicu berbagai peristiwa bencana hidrometeorologi, dengan banjir menjadi jenis kejadian yang paling dominan. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan kerentanan wilayah terhadap dampak perubahan cuaca, khususnya di kawasan dengan sistem drainase yang terbatas atau berada di daerah dataran rendah.

Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, menyampaikan bahwa puluhan kejadian tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Bali. Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi menjadi faktor utama yang memicu terjadinya bencana di berbagai titik dalam waktu yang relatif singkat. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan dari seluruh pihak terkait dalam melakukan upaya mitigasi serta respons cepat terhadap potensi dampak lanjutan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun infrastruktur publik.

banner 325x300

Dari total 76 titik kejadian bencana yang tercatat, sebanyak 42 di antaranya merupakan kasus banjir yang tersebar di beberapa wilayah terdampak. Selain itu, BPBD juga mencatat lima kejadian tanah longsor, satu tanggul jebol, satu kejadian angin puting beliung, dua insiden pohon tumbang, serta empat titik sandaran jebol. Variasi jenis bencana ini mengindikasikan bahwa dampak cuaca ekstrem tidak hanya terbatas pada genangan air, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan struktural serta gangguan keselamatan di lingkungan permukiman warga.

Meskipun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut di seluruh wilayah Bali, BPBD mencatat bahwa kejadian bencana akibat cuaca ekstrem baru mulai terjadi secara signifikan pada periode pelaporan tersebut. Dari sejumlah wilayah terdampak, Kota Denpasar menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak dibandingkan wilayah lainnya. Hal ini disebabkan oleh tingginya kepadatan penduduk serta karakteristik tata ruang perkotaan yang rentan terhadap akumulasi air saat curah hujan meningkat secara drastis.

Secara rinci, terdapat 36 kejadian bencana yang terjadi di Kota Denpasar, terdiri atas 30 kasus banjir, dua insiden pohon tumbang, satu tanggul jebol, satu kejadian angin puting beliung, satu titik tanah longsor, serta satu sandaran jebol. Data ini menegaskan bahwa kawasan perkotaan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak selama periode cuaca ekstrem berlangsung. BPBD Bali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, khususnya di wilayah rawan genangan maupun longsor, seiring dengan prakiraan cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *