Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang di wilayah perairan Bali yang diperkirakan terjadi pada 8 hingga 11 Maret 2026. Peringatan ini ditujukan terutama kepada pelaku aktivitas kelautan seperti nelayan, operator kapal penyeberangan, serta masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca maritim yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Kondisi angin kencang tersebut diperkirakan dapat mencapai kecepatan hingga 25 knot di sejumlah wilayah perairan sekitar Bali.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Ariantika, menyampaikan bahwa masyarakat perlu mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin yang terjadi di perairan utara maupun selatan Bali. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh pola pergerakan angin yang sedang aktif di wilayah tersebut, sehingga dapat menimbulkan kondisi laut yang lebih dinamis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pihak yang beraktivitas di laut untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari instansi terkait.
Menurut analisis BBMKG, pola angin di wilayah Bali saat ini bergerak dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang diprakirakan mencapai sekitar 46 kilometer per jam. Kecepatan angin tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang laut di beberapa jalur perairan strategis yang sering dilalui kapal penyeberangan maupun aktivitas nelayan. Kondisi ini perlu menjadi perhatian khusus karena perubahan cuaca maritim dapat terjadi secara cepat dan berdampak langsung terhadap stabilitas kapal di laut.
Seiring dengan potensi angin kencang tersebut, BBMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan terjadinya gelombang laut tinggi yang diperkirakan mencapai hingga 2,5 meter. Gelombang tersebut berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan penting, antara lain Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, perairan selatan Bali, serta Selat Lombok bagian selatan. Wilayah-wilayah tersebut merupakan jalur pelayaran yang cukup aktif, sehingga peningkatan tinggi gelombang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut maupun kegiatan perikanan.
BBMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode prakiraan cuaca tersebut. Selain memperhatikan kondisi kapal dan perlengkapan keselamatan sebelum berlayar, pelaku aktivitas laut juga disarankan untuk mempertimbangkan kondisi cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan. Dengan mematuhi peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, diharapkan risiko kecelakaan laut akibat kondisi cuaca ekstrem dapat diminimalisasi.



















