
PT ASDP Indonesia Ferry mencatat adanya peningkatan arus penyeberangan pada lintasan utama Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali, seiring tingginya minat masyarakat memanfaatkan momentum libur panjang Imlek 2026 untuk bepergian. Lonjakan mobilitas ini terjadi di sejumlah pelabuhan penyeberangan strategis yang menjadi jalur utama distribusi penumpang dan kendaraan antarwilayah.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa periode libur panjang Imlek kembali mendorong aktivitas perjalanan masyarakat secara signifikan. “Libur panjang Imlek 2026 kembali menggerakkan mobilitas masyarakat antarwilayah,” ujar Heru dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (16/2). Menurutnya, peningkatan trafik penyeberangan yang terjadi mencerminkan semakin aktifnya pergerakan masyarakat selama masa libur, baik untuk keperluan wisata maupun kunjungan keluarga.

Heru menegaskan bahwa kenaikan jumlah pengguna jasa penyeberangan bukan sekadar data statistik, melainkan indikasi nyata meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat di berbagai daerah. “Kenaikan itu bukan sekadar angka statistik, tetapi gambaran nyata meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat,” tambahnya.
Menyikapi kondisi tersebut, ASDP memastikan seluruh kesiapan operasional berjalan optimal guna mengantisipasi potensi kepadatan di pelabuhan. Upaya yang dilakukan meliputi pengaturan jadwal keberangkatan kapal, peningkatan koordinasi dengan otoritas pelabuhan, serta optimalisasi layanan bagi penumpang dan kendaraan.
Dengan kesiapan tersebut, ASDP berharap kelancaran arus penyeberangan selama periode libur panjang Imlek dapat tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.

















