
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan penyesuaian pola layanan di Pelabuhan Ketapang sebagai respons atas gangguan operasional dua kapal long distance ferry (LDF) milik PT ALP yang memicu antrean kendaraan di lintasan penyeberangan Selat Bali.
Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menjelaskan bahwa untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk, sebagian kendaraan angkutan barang dialihkan menggunakan layanan feri reguler.

Meski demikian, ASDP tetap memprioritaskan kelancaran perjalanan kendaraan pribadi dan bus agar mobilitas masyarakat yang sedang memanfaatkan masa liburan tetap terjaga dan waktu tunggu dapat diminimalkan.
Hingga saat ini, ASDP bersama regulator serta seluruh pemangku kepentingan terus mengoptimalkan layanan penyeberangan dengan mengoperasikan hingga 29 unit kapal. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat arus kendaraan dan penumpang serta mengurai antrean di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
ASDP juga mengimbau para pengguna jasa penyeberangan untuk memantau informasi operasional terbaru dan mengikuti arahan petugas di pelabuhan guna menjaga kelancaran serta keselamatan selama proses penyeberangan Selat Bali.

















