
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali melalui pengembangan taksi air (water taxi) serta pembangunan infrastruktur dermaga. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarkawasan wisata sekaligus meningkatkan daya tarik Bali sebagai destinasi unggulan. Pengembangan moda transportasi alternatif ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah titik wisata utama.
Dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis (9/4), Menhub menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan tengah menyinergikan berbagai upaya untuk mempercepat pembangunan sistem transportasi yang terintegrasi di Bali. Salah satu fokus utama adalah menghadirkan konektivitas yang lebih efisien antara jalur darat, laut, dan udara guna mendukung mobilitas wisatawan serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, pemerintah merencanakan pengembangan taksi air yang akan menjadi moda transportasi alternatif di wilayah pesisir Bali. Selain itu, pembangunan dan peningkatan fasilitas dermaga juga akan dilakukan, salah satunya di Pelabuhan Celukan Bawang. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung operasional transportasi laut sekaligus memperluas akses menuju kawasan Bali Utara yang selama ini belum optimal dari sisi konektivitas.
Menurut Dudy, kehadiran water taxi memiliki potensi besar dalam mengintegrasikan sistem transportasi lintas moda di Bali. Selain memberikan pilihan transportasi yang lebih variatif bagi wisatawan, moda ini juga dapat membantu mengurangi beban lalu lintas di jalur darat, khususnya di wilayah padat seperti Kabupaten Badung. Dengan demikian, distribusi mobilitas wisatawan dapat lebih merata dan efisien.
Pengembangan transportasi berbasis laut ini diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi pemerataan pembangunan wilayah di Bali. Dengan konektivitas yang lebih baik, kawasan-kawasan wisata baru dapat berkembang, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

















