Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III memprediksi wilayah Bali masih berada pada puncak musim hujan pada awal Februari 2026. Kondisi tersebut ditandai dengan potensi hujan yang masih cukup signifikan, mulai dari intensitas ringan hingga lebat, yang dapat terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Dewata, meliputi Bali selatan, tengah, timur, hingga barat.
BBMKG Wilayah III menjelaskan bahwa secara umum kondisi cuaca di Bali pada periode tersebut didominasi oleh langit berawan, dengan peluang hujan yang dapat terjadi secara tidak merata. Pada waktu-waktu tertentu, hujan berintensitas sedang hingga lebat masih berpotensi turun, terutama pada siang hingga malam hari, seiring masih aktifnya dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.
Meskipun tidak setiap wilayah akan mengalami hujan lebat secara bersamaan, BBMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hujan lebat yang disertai angin kencang masih berpeluang terjadi secara lokal dan dalam durasi singkat, sehingga dapat memicu dampak turunan seperti genangan, banjir di wilayah rawan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas transportasi dan kelautan.
BBMKG Wilayah III mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, sektor pertanian, pariwisata, serta pelaku transportasi darat dan laut, agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca terkini. Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi risiko dengan menjaga lingkungan sekitar, memastikan saluran air tidak tersumbat, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berpotensi terdampak angin kencang.
Dengan masih berlangsungnya puncak musim hujan pada awal Februari, BBMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bersama guna meminimalkan risiko dan dampak cuaca ekstrem. Informasi dan peringatan dini cuaca diharapkan terus dipantau melalui kanal resmi BBMKG agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipatif secara tepat dan aman.



















